News  

Dana Cair! Ponpes Al Khoziny Segera Dibangun?

Slidik .com
Pasang

Pembangunan Kembali Ponpes Al Khoziny: Tinggal Menunggu Lampu Hijau Terakhir

Rencana ambisius untuk merekonstruksi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, yang mengalami kerusakan akibat insiden beberapa waktu lalu, kini memasuki babak akhir. Proses realisasi pembangunan kembali pesantren ini hanya tinggal menunggu satu persetujuan penting sebelum dapat dieksekusi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya menyatakan bahwa proses pembangunan kembali Ponpes Al Khoziny akan segera dimulai setelah mendapatkan persetujuan akhir dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar.

Menurut Menkeu Purbaya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung proyek rekonstruksi ini, baik dari aspek teknis maupun pendanaan. Meskipun demikian, keputusan final mengenai pelaksanaan pembangunan sepenuhnya berada di tangan Menko PM.

“Persetujuan terakhir bukan di saya, melainkan di Pak Muhaimin. Dari pihak Kementerian PU sudah siap, kami pun juga siap. Jadi, saat ini kita hanya perlu menunggu persetujuan dari beliau,” ungkap Purbaya dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, pada hari Jumat, 17 Oktober 2025.

Lebih lanjut, Purbaya menambahkan bahwa tidak ada kendala yang berarti dari sisi penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), asalkan proyek tersebut memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan memiliki dasar yang jelas serta kuat. Kemenkeu berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh selama proyek tersebut tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan penggunaan anggaran negara yang berlaku.

Baca Juga....!!!  Kluivert Kembali: Mimpi Timnas Pupus?

“Kalau dari saya, lampu hijau terus menyala. Mode-nya adalah mode belanja, selama belanjanya benar, tepat waktu, dan tepat sasaran. Jadi, jika Menko Muhaimin sudah memberikan persetujuan, bagi kami tidak ada masalah,” tegasnya.

Respons Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar

Menanggapi hal ini, Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar sebelumnya telah menyampaikan bahwa pemerintah memang memiliki kewajiban untuk turun tangan dan membantu membangun kembali Ponpes Al Khoziny. Menurutnya, penggunaan dana APBN adalah tindakan yang sah, mengingat tujuannya adalah untuk menjamin keberlangsungan proses pendidikan para santri yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

“Negara harus hadir untuk memastikan para santri kita tetap bisa belajar dengan aman dan nyaman,” ujar Muhaimin, yang akrab disapa Cak Imin.

Ia menegaskan bahwa bantuan dari pemerintah bukan hanya sekadar tanggung jawab sosial, tetapi juga merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi dan menjamin masa depan generasi penerus bangsa.

Baca Juga....!!!  Usai Dijarah Massa, Kekecewaan Sang Mantan Menteri Keuangan Terungkap

Cak Imin juga memberikan tanggapan terhadap pandangan yang berkembang di masyarakat, yang menyatakan bahwa pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan aspek penegakan hukum, mengingat adanya dugaan unsur kelalaian dalam insiden runtuhnya bangunan pesantren tersebut. Menurutnya, kedua hal tersebut dapat berjalan secara bersamaan dan tidak saling meniadakan. Proses hukum tetap harus dijalankan, namun pemerintah tidak boleh menunda langkah-langkah konkret untuk membantu para korban dan mempercepat proses pemulihan.

“Jika memang ada unsur kesalahan atau kelalaian, biarkan proses hukum berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada. Akan tetapi, yang paling penting saat ini adalah bagaimana kita memastikan para santri dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman. Itulah bentuk nyata kehadiran negara,” tegasnya.

Lebih lanjut, Cak Imin menjelaskan bahwa penggunaan APBN dalam proyek rekonstruksi ini juga bertujuan untuk mempercepat proses penanganan dan memastikan koordinasi yang efektif antar berbagai pihak terkait. Ia menilai bahwa pondok pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter generasi muda Indonesia, sehingga keberadaannya harus dijaga dan diperkuat.

Baca Juga....!!!  KPK Gandeng PPATK Telusuri Aliran Dana Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Perhatian Pemerintah Terhadap Pesantren Meningkat

Menurut Cak Imin, perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan berbasis pesantren semakin meningkat, terutama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebutkan bahwa Presiden Prabowo memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung keberlangsungan pesantren, yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan perkembangan masyarakat Indonesia.

“Presiden Prabowo sangat peduli terhadap pesantren. Beliau memahami bahwa pesantren telah menjadi pilar penting kehidupan sosial dan pendidikan sejak sebelum Indonesia merdeka,” ungkap Cak Imin.

Dengan adanya komitmen dan dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan proses rekonstruksi Ponpes Al Khoziny dapat segera terealisasi dan para santri dapat kembali belajar dengan nyaman dan aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *