News  

Perundingan Afghanistan – Pakistan Buntu, Perang Besar Mengancam

Slidik .com
Pasang

PENGUASA Taliban di Afghanistan menyalahkan Pakistan atas tak berhasilnya perundingan di Istanbul yang dimediasi oleh Qatar dan Turki di Istanbul. Taliban bersikeras bahwa gencatan senjata yang disepakati sebelumnya akan tetap berlaku meskipun terjadi bentrokan baru-baru ini antara kedua negara tetangga tersebut.

Dilansir dari Al Jazeera, perundingan Taliban Afghanistan dan Pakistan berakhir pada Jumat, 7 November 2025 tanpa resolusi apa pun. Perundingan berlangsung tak lama setelah Taliban mengatakan beberapa warga sipil Afghanistan tewas dan lainnya terluka dalam bentrokan di sepanjang perbatasan dengan Pakistan.

Perundingan selama dua hari dilakukan dengan itikad baik. Taliban berharap Islamabad bisa menyajikan tuntutan yang realistis dan dapat dilaksanakan untuk mencapai solusi mendasar, kata juru bicara pemerintah Taliban Zabihullah Mujahid dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di media sosial pada Sabtu pagi, 8 November 2025.

Baca Juga....!!!  Prabowo Sita Aset Korupsi Harvey Moeis: Sandra Dewi Gigit Jari?

“Selama perundingan, pihak Pakistan berusaha menyerahkan semua tanggung jawab terkait keamanannya kepada pemerintah Afghanistan, sementara di saat yang sama tidak menunjukkan kesediaan untuk memikul tanggung jawab atas keamanan Afghanistan maupun keamanannya sendiri,” kata Mujahid.

Mujahid mengklaim bahwa Pakistan menunjukkan sikap tidak bertanggung jawab dan tidak kooperatif. Tidak ada hasil dari perundingan tersebut.

Mujahid menekankan pula bahwa gencatan senjata tidak dilanggar oleh Taliban, dan akan terus dipatuhi. Pemerintah Pakistan tidak bereaksi terhadap pernyataan tersebut.

Namun Pakistan pada Jumat juga mengonfirmasi bahwa perundingan menemui jalan buntu. Tidak ada kemajuan nyata yang dicapai karena gencatan senjata yang ditengahi oleh Qatar tetap berlaku.

Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar mengatakan Islamabad tidak akan mendukung langkah apa pun yang diambil oleh pemerintah Taliban yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat Afghanistan atau negara-negara tetangga.

Baca Juga....!!!  Olivier Giroud dan Dante Ciptakan Rekor Bersejarah di Ligue 1

Pakistan bersikukuh bahwa Taliban Afghanistan telah gagal memenuhi janji yang dibuat dengan komunitas internasional berdasarkan perjanjian damai Doha 2021 untuk memerangi terorisme. Pakistan yakin bahwa pihak berwenang di Kabul melindungi kelompok-kelompok bersenjata, khususnya Taliban Pakistan (Tehreek-e Taliban Pakistan atau TTP).

Kelompok TTP telah melancarkan puluhan serangan mematikan di seluruh Pakistan. Sebagai gantinya, Pakistan melancarkan serangkaian serangan udara mematikan di Afghanistan dan terjadi ledakan di Kabul bulan lalu yang oleh pemerintah Taliban dituduhkan kepada Pakistan.

Mujahid mengatakan Taliban tidak akan membiarkan siapa pun menggunakan wilayah Afghanistan untuk melawan negara lain. “Taliban tidak akan mengizinkan negara mana pun menggunakan wilayahnya untuk melakukan tindakan melawan atau mendukung tindakan yang merusak kedaulatan, kemerdekaan, atau keamanan nasional Afghanistan,” ujarnya.

Baca Juga....!!!  Sinergi Sikka-Kopdit: Gizi Balita Terjamin!

Ia mengatakan rakyat Pakistan adalah sahabat dan saudara, namun Kabul akan dengan tegas membela diri terhadap segala agresi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *