Setelah Pelarian Tegang dari Jerat Scam Kamboja: Kisah 11 WNI yang Terluka dan Menanti Kepulangan

Slidik .com
Pasang

Setelah Pelarian Tegang dari Jerat Scam Kamboja: Kisah 11 WNI yang Terluka dan Menanti Kepulangan

 

Phnom Penh – Teriakan, dorongan, dan kepanikan menjadi latar belakang pelarian dramatis yang dialami 97 warga negara Indonesia (WNI) dari cengkeraman perusahaan online scam di Kamboja pada 17 Oktober. Aksi nekat yang berakhir ricuh ini menyisakan luka fisik, membuat 11 WNI harus menjalani perawatan di rumah sakit.

 

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, mengungkapkan situasi genting di mana upaya kabur itu memicu kerusuhan, bahkan diwarnai kabar adanya suara tembakan. Meski demikian, berkat upaya mereka, tidak ada satu pun nyawa WNI yang melayang.

Baca Juga....!!!  Duka Marinir di Grobogan: Praka Zaenal Muttaqin Gugur, Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan

 

“Meskipun terdengar infonya seperti itu (suara tembakan), kami dapat sampaikan tidak ada warga kita yang meninggal,” kata Judha, memberikan kelegaan bagi keluarga di Indonesia.

 

Kini, nasib para WNI terbagi. Sebanyak 86 orang tengah berada di bawah pengawasan polisi kota Chrey Thum, sementara 11 orang lainnya harus memulihkan diri dari luka-luka yang diderita saat insiden pelarian tersebut. Syukurnya, tim medis memastikan bahwa cedera yang dialami 11 WNI itu tidak membahayakan jiwa.

Baca Juga....!!!  Penertiban Reklame di Bandung Digencarkan, Reklame Baru Justru bermunculan

 

KBRI Phnom Penh telah berada di garda terdepan, memberikan bantuan esensial mulai dari logistik hingga perlengkapan sanitasi. Lebih dari itu, pemerintah Indonesia sedang berkoordinasi intensif dengan otoritas Kamboja untuk memastikan para WNI ini mendapatkan pendampingan hukum yang layak dan, yang terpenting, segera difasilitasi untuk kembali ke rumah mereka di Indonesia. Mereka adalah korban yang kini menanti akhir dari drama online scam yang telah menjerat dan melukai mereka.

Baca Juga....!!!  Relawan Jokowi Tak Terima Budi Arie Di Copot

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *